Dauroh Ummahat unit Al Irsyad Gintungreja Gandrungmangu

Dauroh Ummahat unit Al Irsyad Gintungreja Gandrungmangu

Dauroh Ummahat Unit Al Irsyad Gintungreja Gandrungmangu: Belajar Mendongeng, Fiqih Wanita, dan Membuat Kue Nastar

Alhamdulillah, kegiatan Dauroh Ummahat di Unit Al Irsyad Gintungreja Gandrungmangu telah berlangsung dengan lancar selama dua hari. Acara ini menjadi ajang pembelajaran dan silaturahmi yang penuh manfaat bagi para peserta, terutama dalam meningkatkan wawasan dan keterampilan mereka dalam berbagai aspek kehidupan.

Hari Pertama: Teknik Mendongeng dan Fiqih Wanita

Pada hari pertama, para peserta mendapatkan materi teknik mendongeng menyenangkan. Sebagai ibu dan pendidik bagi anak-anak, keterampilan mendongeng sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dengan cara yang menarik. Materi ini mengajarkan bagaimana menggunakan intonasi, ekspresi wajah, dan alat bantu agar cerita menjadi lebih hidup dan menarik bagi anak-anak.

Selanjutnya, materi Fiqih Wanita: Haid dan Nifas disampaikan untuk memperdalam pemahaman peserta tentang hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan wanita. Materi ini memberikan wawasan tentang bagaimana menjalankan ibadah dengan benar di berbagai kondisi yang dialami wanita, sehingga tidak ada keraguan dalam menjalankan syariat Islam.

Hari Kedua: Membuat Kue Nastar dan Sharing Umroh Mandiri

Hari kedua diawali dengan sesi sharing pengalaman umroh mandiri dari Ustadzah Nasriah, SE., yang baru saja kembali dari perjalanan ibadah tersebut. Beliau berbagi pengalaman dan tips seputar persiapan, tantangan, serta keindahan menjalankan umroh secara mandiri tanpa menggunakan agen perjalanan. Kisah beliau sangat menginspirasi, terutama bagi peserta yang bercita-cita untuk berangkat ke Tanah Suci dengan cara yang lebih fleksibel dan efisien.

Setelah sesi sharing yang penuh motivasi, acara dilanjutkan dengan praktik membuat kue nastar. Kue khas Lebaran ini ternyata tidak sulit dibuat jika kita memahami ilmunya. Berikut bahan dan cara pembuatannya:

Bahan-bahan:

  1. Tepung terigu
  2. Mentega
  3. Roombutter
  4. Telur
  5. Gula halus
  6. Selai nanas

Cara Membuat:

  1. Campurkan semua bahan (kecuali selai nanas) dalam satu wadah, aduk hingga adonan kalis.
  2. Ambil sedikit adonan, bentuk bulat dan isi dengan selai nanas di tengahnya.
  3. Susun di atas loyang, lalu panggang dengan api kecil selama kurang lebih 20 menit hingga matang.
  4. Setelah matang, angkat dan dinginkan sebelum disajikan.

Alhamdulillah, sesi praktik membuat nastar berjalan dengan lancar. Para peserta sangat antusias dan senang karena bisa langsung mempraktikkan cara membuat kue yang sering menjadi favorit saat Lebaran.

Semoga kegiatan Dauroh Ummahat ini memberikan manfaat yang besar, baik dalam ilmu maupun keterampilan, serta semakin menguatkan ukhuwah Islamiyah di antara para peserta. Barakallahu fiikum.